Skip to main content

Peniadaan THR dan Gaji ke-13 PNS : Jangan Gugup Dalam Merumuskan Kebijakan!




Memang sudah diprediksikan sebelumnya, wabah virus covid-19 tidak ditanggapi sedini mungkin itu akan menimbulkan efek lain yang berpotensi mengguncang kestabilan negara. Ketika dalam kenyataannya negara tidak siap menghadapi dampak yang semakin meluas, harus ada beberapa hal yang dikorbankan agar kondisi tidak semakin memburuk.

Sebagaimana yang telah dikabarkan beberapa waktu yang lalu, Ibu Sri Mulyani selaku menteri keuangan menyatakan bahwa gaji ke-13 dan THR PNS memerlukan kajian untuk dicairkan tahun ini mengingat belanja pemerintah tengah mengalami tekanan. Namun, beberapa media seperti Kumparan (kumparan.com) sudah terlebih dahulu mengabarkan bahwa dua bentuk pendapatan PNS itu berkemungkinan dihilangkan.

Kajian mengenai hal itu tentu harus dilakukan dengan sangat matang. Pemerintah dalam hal ini bukan saja melakukan efisiensi terhadap anggaran, namun pemerintah juga tengah berupaya untuk menjaga tingkat pertumbuhan dan daya beli masyarakat melalui serangkaian kebijakan yang harus diterapkan secara konsisten. Sekiranya pemerintah langsung meniadakan pembayaran gaji ke-13 dan THR tahun ini, akan ada konsekuensi pada sisi makroekonomi negara ini yang bisa saja akan mempercepat kondisi perekonomian Indonesia ini menuju resesi. Bahaya!

Kendatipun demikian, sepertinya pemerintah memang cepat melakukan klarifikasi dan penegasan. Sebagaimana yang sudah menjadi habbit pemerintah Indonesia masa kini, sang Menteri sudah menegaskan bahwa PNS Golongan I,II, dan III akan tetap menerima THR dan gaji ke-13 (kompas.com). Tentu saja, hal ini sedikit memberikan kelegaan bagi PNS yang beberapa waktu terakhir sudah cukup tertekan dengan beban pekerjaan di rumah.

Namun, dalam hal ini saya memiliki pandangan yang cukup berbeda. Mungkin sedikit tidak menyenangkan jika dibaca oleh PNS pada umumnya. Jika melihat situasi saat ini, ada baiknya Pemerintah memang melakukan secama relokasi pada anggaran belanja pegawai negara. Pemerintah bisa mempertimbangkan peniadaan atau sekurang-kurangnya melakukan pemotongan pada pembayaran THR dan gaji ke-13 ini, kemudian dialihkan untuk insentif tambahan bagi PNS tenaga kesehatan.

Pemikiran ini tentu saja tidak terlepas dari bagaimana peranan tenaga kesehatan yang saat ini harus diberi perhatian lebih oleh negara. Ketika permasalahan covid-19 memberikan guncangan pada stabilitas negara, Tenaga kesehatan terus berjibaku agar dampak dari penyebaran virus ini bisa ditangani secepat mungkin. Negara semestinya memberikan penghargaan lebih melalui insentif tambahan kepada tenaga kesehatan.

Negara Harus Jeli Dalam Mengambil Kebijakan

Kebijakan harus memenuhi hakikat dan tujuannya sebagai stabilisator dalam suatu negara. Tidak bisa dipungkiri bahwa kebijakan memiliki trade-off atau semacam efek samping yang menimbulkan guncangan yang sifatnya sementara. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus melakukan kajian yang komprehensif terkait kebijakan yang diambil pada kondisi-kondisi yang darurat.

Ketika di pertengahan tahun seperti saat ini kondisi keuangan negara berada dibayangi risiko sistemik, apalagi potensi krisis yang terus meningkat. Maka, langkah yang diambil harus memenuhi kondisi standar dari keamanan keuangan dan ekonomi yang jauh dari krisis.

Berkenaan dengan insentif tambahan, apakah itu berupa gaji ke-13 ataupun THR. Pemerintah harus berani mengambil langkah kebijakan yang tidak populer secara politis. Kebijakan diterapkan secara parsial, guna memenuhi kondisi kestabilan yang sifatnya universal. Boleh saja pemerintah di awal kondisi darurat selalu terlihat gegabah dan sembrono, namun belum terlambat untuk mengambil kebijakan dengan sangat hati-hati, seperti halnya kebijakan peniadaan gaji ke-13 dan THR yang harus dikaji secara komprehensi dan sangat matang!-

Mohammad Aliman Shahmi
Founder Dangau Tuo Institute

Comments

Popular posts from this blog

Culture-Heritage Ranah Minang : Mengenal Filosofi dan Esensi Rangkiang di Rumah Gadang

Apabila berbicara tentang kehidupan masyarakat Minangkabau, kita menemukan beragam kearifan yang terkadang menunjukkan betapa tajamnya filosofi kebudayaan Minangkabau dalam menyelesaikan persoalan kehidupan. Di antara bentuk kebudayaan tersebut adalah pendirian Rangkiang di bagian depan Rumah Gadang. Rangking merupaka padi yang sengaja didirikan untuk menyimpan hasil panen pada satu musim dan biasanya difungsikan untuk berjaga-jaga. Dahulunya,sebagian besar masyarakat Minangkabau memang menerapkan sistim tanam yang menyesuaikan dengan musim, apalagi mayoritas lahan di Minangkabau adalah tadah hujan. Rangkiang berperan penting dalam menjaga persediaan selama musim kemarau atau setelah musim panen, serta juga bisa dijual sekiranya ada kebutuhan mendesak yang tidak dapat diduga-duga. Namun, semenjak perkembangan teknologi pertanian dan pesatnya pembanguan infrastruktur pertanian seperti irigasi, Rangkiang sudah tidak lagi difungsikan secara optimal. Masyarakat yang bisa be...

Rumah Gadang Koto Marapak : Destinasi Impian Dengan Edukasi Dan Kenangannya

photo by : Mohammad Aliman Shahmi Ketika tren berwisata terus meningkat,masyarakat mulai menyadari bahwa wisata itu tidak sekadar bermain, bersantai, serta memanjakan mata dan rasa pada sebuah atraksi di sebuah destinasi dan objek wisata. Namun, wisata semakin dikenal sebagai sebuah aktivitas yang mengedepankan sisi pengalaman ( experience ) dan edukasi. Oleh sebab itu kita saat ini mengenal istilah-istilah terkait kegiatan wisata seperti eduwisata, agrowisata, atau wisata minat khusus. Di mana yang sama-sama kita ketahui bahwa kegiatan wisata seperti ini adalah kegiatan yang eksklusif, penuh makna, dan ada hal baru yang bisa ditemukan dari kegiatan tersebut. Konsep wisata ini banyak sekali terdapat di ranah Minang, di antaranya adalah Rumah Gadang. Jangan berfikir dahulu, wisata Rumah Gadang di sini hanya yang memperlihatkan nilai estetika seperti di Istano Basa Pagaruyung atau Rumah Gadang di    kampung seribu Rumah Gadang di Solok Selatan, namun konsep wisata di...

GEOHERITAGE TARUSAN KAMANG : JEJAK – JEJAK BATUAN LAUT PURBA KAMANG MENGUNGKAP CERITA TAMBO MINANG ??

JEJAK – JEJAK BATUAN LAUT PURBA KAMANG MENGUNGKAP CERITA TAMBO MINANG ?? Lokasi jejak – jejak batuan purba masih berada disekitar Kamang hingga perbatasan dengan daerah Baso, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Berada di sekitar kelurusan sesar Semangko. Litologi yang di teliti di daerah ini adalah batu gambing terumbu / karbonat yang berumur perm- karbon. BATUAN LAUT KENAPA JADI BUKIT –BUKIT SEKARANG?? Karbonat ini terekspos atau tersingkap akibat dari uplifting dari tekanan tektonik Lempeng Eurasia dan Lempeng Hindia-Australia yang membuat fore arc di muka depan pulau Sumatera. Namun, sebagian ataupun spot-spot karbonat masih terangkat, seperti yang dilihat sekarang ini. Sesar Semangko yang dekstral ini memotong antara karbonat dan metamorf. Pada pengamatan lapangan batugamping ini memiliki rongga yang besar sehingga tampak stalagtite dan stalagmite. Serta lapangan ini belum terekspos keluar secara meluas. Tambo minang yang menjelaskan sumatera terlihat ...